Dialog Tonsi dan Rajawali

pipitpadibeneran

Di sebuah dataran Sulawesi bagian tengah hiduplah dua ekor burung . Tonsi dan Rajawali nama kedua burung itu. Mereka satu sekolah di perguruan tinggi “Universitas BJB” yang

merupakan akronim dari “Burung Juga Sekolah”. Tonsi berasal dari keluarga yang sarangnya selalu berpindah-pindah dikarenakan selalu mendapat ancaman dari si rajawali. Maklum saja, rajawali dengan kukunya yang tajam siap mencakar sarang burung-burung lainnya. Tak lebih adalah keinginan sang rajawali untuk mengukuhkan dirinya sebagai burung penguasa di tempat itu.

Singkat cerita, di sekolah, mereka mendapat tugas dari dosen. Tugas ini adalah tugas terakhir penentu kelulusan mereka, yang harus dikerjakan selama sebulan penuh. Mereka harus terbang kemana saja untuk mengamati apa yang mereka lihat dan membuat

laporan yang kemudian akan menjadi bahan diskusi. Maka berangkatlah keduanya. Selama sebulan penuh akhirnya selesai juga apa yang dikerjakan. Setelah menyiapkan laporan maka menghadaplah mereka kepada dosen. Dosen tampaknya puas dengan apa

yang mereka kerjakan. Seperti yang sudah diberitahukan sebelumnya bahwa hasil laporan akan didiskusikan, maka mulailah rajawali memaparkan hasil pengamatannya :

Rajawali : Selama sebulan penuh saya telah melakukan pengamatan dan saya sangat puas dengan apa yang saya kerjakan. Saya terbang ke arah barat dan mengamati apa yang ada. Karena mataku begitu tajam,dari kejauhan saya melihat para manusia begitu hebat. Tampak jalan raya yang mulus dimana mobil-mobil lux lalu-lalang. Hebatnya lagi di atas tanah itu berdiri rumah-rumah mewah, dan yang paling mengesankan banyak gedung-gedung tinggi. Saya cukup heran ketika orang-orang singgah ke gedung itu, mobil mereka tidak diparkir sendiri tapi ada orang lagi yang khusus memindahkan mobil mereka ke tempat parkir. Benar-benar hebat manusia itu, seperti para dewa yang berkuasa.

(Rajawali tampak tersenyum puas dan melirik kepada tonsi dengan

penuh keyakinan akan kehebatannya).

Beralih ke arah utara, pemandangan tampak tak jauh berbeda dan membuat saya memuji manusia. Hebat!. Mereka membuat gedung lagi yang sangat mewah, dimana manusia-manusia keluar masuk darinya. Ketika mereka keluar gedung, banyak benar yang ditenteng, tangan kanan kiri wah.. semuanya penuh. Hebat!

Dosen : Baik. Sampai di situ dulu. Sekarang giliranmu Tonsi

Tonsi : Baik. Selama sebulan penuh saya juga terbang menuju timur, jarak yang paling dekat dari sini dikarenakan saya tak begitu mampu terbang jauh, sayap saya terlalu kecil. Arah timur sangat indah akan pemandangannya, apalagi ketika itu saya berangkat pagi-pagi dan matahari begitu indah terbit, saya menyempatkan singgah sebentar untuk menikmatinya. Saya begitu terpesona saat melewati kampung Bali, pagi itu juga orang-orang beriringan dengan kaki telanjang, masing-masing dengan bawaannya. Laki-lakinya tak berbaju menenteng arit dan cangkul pada pundaknya. Saya ikuti mereka, tak begitu jauh nampaklah sawah-sawah, mereka menuju ke situ. Bukan hanya sawah yang mereka punya, kebun sayur dan rempah-rempah lengkap seperti di pasar. Menuju siang, mereka berhenti bekerja. Di pondok tengah sawah telah siap makanan yang tadi dibawa gadis kecil. Mereka nampak lahap menikmati makan siangnya, sampai tak sadar air liurku mengalir. Seorang bocah tengah santai di bawah pepohonan, anak petani itu asyik memainkan seruling bambunya, tak tahu lagu apa yang dimainkan tapi begitu enak terdengar sampai-sampai saya tertidur mendengarnya. Mereka begitu mandiri, makanan semuanya dihasilkan sendiri tak perlu meminta. Hebat!

Dosen : (Tersenyum) Baik, laporan kalian memuaskan. Nah, kesempatan pertama Rajawali untuk bertanya mengenai hasil dari Tonsi.

Rajawali : Kampung! Kampungan! (Rajawali mulai melancarkan serangan)Apanya yang hebat?? Orang kampung dibilang hebat. Kau (sambil menuding kepada tonsi) harus berkunjung ke utara dan barat, maka kau akan melihat manusia yang hebat, tidak kampungan.

Dosen : Kau boleh menanggapi Tonsi.

Tonsi : Siapa sesungguhnya yang hebat?? Mereka yang makan dari hasil kerja sendiri, menurutku! Rajawali belum tentu tahu darimana uang yang didapatkan orang-orang itu untuk keluar masuk gedung, berbelanja.

Rajawali : Ya, mereka hebat dengan kekampungannya! Arit, cangkul, atau seruling kau bilang hebat?? He..he..he.. Orang yang kulihat tak perlu menggunakan alat kuno itu, mereka pakai mesin, tak berkeringat.

Tonsi : Ya. Itu sudah menjadi kehebatan mereka.

Rajawali : Kau mengakuinya kan?? (rajawali tampak puas)

Tonsi : Mereka yang bekerja itu hebat! Tapi tidak bagi mereka yang menghisap keringat pekerja.

Rajawali : Apa maksudmu??

Tonsi : Sebenarnya saya sendiri sudah pernah pergi ke tempat dimana kau pergi itu. Saya mengikuti orang-orang yang bekerja itu sampai ke rumah mereka. Anak-anak mereka sudah menunggu di depan pintu, lapar!

Bekerja seharian penuh tanpa peduli apakah punya penyakit demi anak-anaknya yang sudah menunggu di depan pintu, lapar! Mereka yang bekerja itu hebat! Orang petani di kampung timur tak pernah khawatir kelaparan, tiap pagi sampai sore mereka mengolah persediaan makanan untuk bertahun-tahun ke depan. Mereka hanya khawatir orang-orang dari barat dan utara masuk ke kampung mereka dan juga membangun pabrik-pabrik yang kau bilang itu. Anak-anak mereka tentu tak bisa tidur kalau suara mesin-mesin begitu bising dan asapnya masuk ke jendela-jendela penduduk. Itu yang saya dengar dari nyanyian bocah seruling.

Dosen dan Rajawali hanya terdiam menganga, mungkin memaki Tonsi dalam hati. Sekarang dosen yang diperhadapkan pada dua laporan. Rajawali dengan cerita emasnya tentang manusia di jalan-jalan mulus atau Tonsi dengan cerita manusia beriringan menuju sawah. Pak Dosen apa jawabmu??

3 thoughts on “Dialog Tonsi dan Rajawali

  1. Hehehe.. Iyo le bukan burung tonsi itu depe gambar,, nanti jo kalo pulang kampung ba foto tonsi dulu.. hahahaha:D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s