Hati-hati.. Kawanan Serigala Berbulu Domba

pemilu2009

” Kawanan serigala berbulu domba sedang adu lari menuju rumah emas (senayan), saling sikut untuk saling mendahului.
Tidak betah di tengah hutan gelap, serigala menguliti domba untuk mengambil kulitnya sebagai jaket. Ada juga domba putih, tapi selalu terlambat lari karena sepatunya dicuri serigala”.
Menjelang Pemilu legislatif dan disusul pemilihan Presiden, tampaknya negara kita ini sangat ramai menyambut pesta ini. Saking ramainya, pohon – pohon juga ikut merasakan pesta ini. Pohon pun dihiasi dengan warna merah ,kuning, kelabu, merah muda, dan biru. Tidak hanya itu, senyum – senyum ramah meminta belas kasihan untuk dicontreng (aneh!! contreng itu kata dari mana, tidak tahu). Senyum lebar, begitu lebar sampai gigi – gigi taring itu keluar dan melukai kulit pepohonan,, kasihan..
Caleg. Ada yang saking gaulnya menyebut nyaleg untuk orang yang ikut dalam persaingan menuju kursi DPR. Lagi – lagi istilah gaul yang bodoh tampil ke masyarakat. Nyaleg?? saya sendiri pernah dengar seorang artis hot menyebut kata bodoh ini. Nyaleg. Ya. Caleg menjadi kata yang begitu akrab waktu ini, di sana caleg, di sini caleg. Para buruh sinetron juga ikut tampil mengiklankan dirinya. Hak, lagi – lagi hak! Katanya.. Wajar saja masyarakat pesimis dengan hal ini. Bukan main gemilangnya si pemain sinetron itu memerankan anak orang kaya yang tampan dan cantik, yang gemar belanja di mall, menyetir BMW, makan di restoran italy, tahu – tahu mengkampanyekan dirinya menjadi caleg. Sampai detik ini saya tak pernah dengar kekritisan, kepedulian si cowboy & cowgirl sinetron itu. Tahu apa kau tentang RAKYAT!! KEMISKINAN!! KETERBELAKANGAN!! Kalau cuma minum kopi di starbucks, makan steak sapi Amerika. Sekarang kau tampil dan berkata akan memperjuangkan hak masyarakat. Hei..hei.. kau berkata idealisme, sementara sedang tertahan di setir BMWmu.
Masih ada harapan bahwa benar – benar masih ada domba putih yang selamat dari terkaman sang serigala. Domba yang diberkati kesadaran, kesensitifan, dan haru akan tangis mereka yang kelaparan.
Emosi naik ke puncak setelah baca berita bahwa caleg asal kota gajah jual ganja untuk biaya kampanye. Kampanye mak!! Untuk beli spanduk sebesar langit dan memenuhi bantaran kali (Republika Online). Ya Tuhan, cepatlah kuliti mereka dan tampakkan borok dan kudis yang menganga, biar kami bisa mencampakkannya ke api bak panasnya api neraka jika memang ada neraka. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s