Kahlil Gibran di 10 April 1931

gibran

Langit sore ternyata telah kuning keemasan sebab di baliknya ada senja sedang tersipu. Awan beriak cukup tenang dari biasanya, tetap biru sediakala.. Dari timur ke barat angin tampak bergandengan menuju ke pelataran. Dari utara ke selatan tetap tenang hendak menjaring bintang – bintang dan rembulan.

Arak – arak malaikat berkereta kuda putih sesekali melayang. Beberapa di antara mereka menggenggam terompet emas sedang yang lain membawa kitab.

“Hendaknya malam bersayap rajawali.. secepat mungkin terbang membawa bintang” Malaikat pembawa kitab berseru tanpa menoleh ke belakang.

Tak lebih kuat kepakan sayap rajawali, malam telah datang menggenggam bintang juga rembulan setengah rupa.

Malaikat berbaris. Meniupkan terompet dan membuka kitab.

Berkatalah seseorang dalam pembaringan :

“Sesungguhnya kau sendiri dapat menyelami rahasia kematian. Tapi betapa kau akan berhasil menemukan dia, selama kau tiada mencarinya di pusat jantung kehidupan?

“Burung malam yang bermata kelam, dia yang buta terhadap siangnya hari, tiada mungkin membuka tabir rahasia cahaya. Pabila kau dengan sesungguh hati ingin menangkap hakikat kematian, bukalah hatimu selebar – lebarnya bagi ujud kehidupan. Sebab kehidupan dan kematian adalah satu, sebagaimana sungai dan lautan adalah satu.”

Terompet telah usai ditiupkan dan kitab telah ditutup kembali.

Tampak kereta berkuda putih melayang di antara bintang – bintang, tetapi bukan malaikat si pengendara melainkan seseorang. Seseorang yang telah menutup mulutnya tetapi hatinya tumpah ruah memenuhi jalan. Di penghujung sana, seorang wanita berparas cantik sedang menunggu dan kemudian menggapai si pengendara. Mereka berpelukan lengang. Tanpa air mata tanpa isak tangis. Belakangan baru ku tahu nama wanita cantik itu : Selma Karami.

Ya. Seseorang telah menemuinya untuk bersatu selamanya. Sayap – sayap patah itu telah utuh bersiap hendak terbang menuju cahaya.

Dia sang Nabi. Hendak menuju cahaya. Selamanya tanpa akhir.. tanpa akhir..

Kahlil Gibran 10 April 1931

In memoriam

2 thoughts on “Kahlil Gibran di 10 April 1931

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s