Gadis Gunung

comfort-women.org

comfort-women

Tiga minggu sejak Letnan De Jong ditangkap pasukan Nippon, si gadis masih berdiam dalam gua. Bahkan si gadis mendengar tentang De Jong yang digantung di lapangan, depan balai desa. Tak terduga, malam berikutnya si gadis kebagian giliran diarak ke tengah lapangan. Seorang Jepang pendek menyeretnya, memegang rambut si gadis dan membantingnya ke kubangan kerbau, malam itu di tengah lapangan.

“Informasi apa saja yang kau sampaikan pada Belanda?” tanya seorang penerjemah Jepang dalam Indonesia. Si gadis membisu. Jepang pendek tadi menyepak perutnya. Si gadis tetap pada posisinya.

“Ambilkan gunting!” perintah Jepang pendek pada penerjemah.

Kepala si gadis sudah licin. Dilumuri minyak dan dihantam keras menggunakan pangkal sejata. Si gadis meraung sebentar. Dan kemudian diam. Dengan nada memohon, berkatalah si penerjemah pada si gadis :

“Tolong ceritakan. Mohon demi keselamatanmu.”

“Meski saya cinta De Jong. Saya tidak berkhianat pada republik!” akhirnya bicara juga si gadis.

“Saya bilang, Jepang sialan itu akan datang. Menyiksa penduduk lebih kejam dari Eropa. Larilah De Jong.”

“Bukan hanya itu!” teriak si penerjemah.

Si gadis berdiri dan berseru sekuat tenaga :

“Bahwa saya yang membunuh komandan mereka, Jepang itu, memperkosa ibu saya dan menusuknya”

Jepang pendek naik pitam.

Malam itu juga, si gadis menyusul kekasihnya, De Jong, yang sudah pergi lebih dulu.

“Saya tidak berkhianat pada Rebuplik!” pekik si gadis ketika lehernya terjerat tali karung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s