[1000 Burung Kertas] Burung-burung di Bukit Gersang

for Hope & Happiness
for Hope & Happiness

Apakah tuan pernah mengunjungi candi Prambanan? jika iya, maka dapat dipastikan ekspresi tuan adalah berdecak kagum, memuji keindahan candi Hindu terbesar di Asia Tenggara itu. Keindahan arsitektur yang dipersembahkan kepada Sang Hyang Trimurti. Kiranya kita bersepakat untuk hal itu. Tapi begini, tuan, sudilah ku tunjukkan keindahan lain yang letaknya tak jauh dari keagungan para Batara, Siwa, Wisnu atau Brahma.

Burung-burung kecil, begitu kami panggil mereka. Burung-burung kecil bersayap muda, namun mudah rapuh, jika angin terlalu kuat menerpa. Mereka bersarang di bukit kapur yang tandus, tak jauh dari candi Prambanan. Dimana ketela pohon hidup kurus, penuh debu. Namun kiranya, Sang empunya hidup tak akan menciptakan ketandusan tanpa meninggalkan mata air. Dan burung-burung kecil di bukit gersang itulah sesunggunya mata air.

Memang benar, bahwa setiap manusia memiliki sendiri hidupnya. Dia tak boleh diperintah agar ke kiri atau ke kanan. Namun burung-burung kecil tetaplah butuh sokongan. Tak mungkin dia dilepaskan ke rimba belantara dengan sayap yang belum kuat mengepak. Sejatinya burung-burung kecil harus tahu dulu mana gagak, atau rajawali. Barulah dia dibebaskan untuk melesat ke angkasa raya.

Tuan, ah, memang masa kecil adalah masa paling indah. Dimana mimpi-mimpi bebas berkeliaran memenuhi otak. Cita-cita yang setinggi bintang dan sebesar purnama. Persoalannya adalah tangga yang mana akan dibangun untuk memanjat bintang. Atau tali yang mana, yang paling kuat untuk menarik purnama itu. Jangan biarkan, sekali pun, membiarkan burung-burung kecil itu sesenggukan karena mimpi dan cita-cita tak dapat teraih. Apalagi karena persoalan angin yang terlalu kuat berdesir, atau badai yang mengamuk. Oh, tuan, sungguh, burung-burung kecil tak boleh mati muda. Atau jatuh tergeletak sebelum belajar terbang.

Burung-burung di bukit gersang. Sudilah tuan mampir ke sana, meski beberapa waktu saja. Tuan bagilah semampunya, apa yang tuan punyai. Memang benar, bahwa masa-masa ini, Garuda teramat letih untuk kembali terbang menerobos awan-awan, mengguncang angin. Burung-burung hantu teramat menikmati malamnya, menyambar siapa saja yang menghalanginya. Atau beberapa, mungkin juga banyak, yang berusaha menjadi Rajawali. Namun kalah dengan kegelapan malam yang teramat pekat.

Burung-burung di bukit gersang, tak berharap akan menjadi garuda-garuda yang besar. Jika tuan menanyai mereka satu persatu, mereka akan menjawab:

“Kami akan menyokong sayap-sayap Garuda, agar kembali terbang!”

studio biru (foto:studio biru)
studio biru (foto:studio biru)

– Jogja, Juni 2011

for Hope & Happiness

Agung Poku

3 thoughts on “[1000 Burung Kertas] Burung-burung di Bukit Gersang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s