Yudas dan Kebangkitan

Pagi buta dari segala penjuru, ketika arak-arak obor menggenapi subuh yang dingin. Via Dolorosa sudah berakhir kemarin. Ke mana Dia yang tergantung di atas bukit tengkorak? Yerusalem. Yerusalem.

Ku beritahu pada kalian, angin dari segala penjuru pukul enam sore telah berhenti. Matahari yang terbenam adalah penggenapan malam, bahwa Dia telah ku salibkan di sana.Yerusalem yang kagum, Yerusalem yang maklum. Di luar tembok kota Yerusalem, di sanalah darah-darah terseret sepanjang jalan. Perempuan-perempuan membawa minyak mur dan ratapan yang berdebu. Ke sanalah Dia ku bawa. Dan ciuman seharga 30 keping perak.

Di manakah Tuhanmu, hai bangsa Yahudi? Bangsa yang dikasihi Allah. Akulah mamon, akulah raja yang kalian sembah. Hai umat manusia sepanjang abad.Sudah ditakdirkan sejak dulu, ratakanlah tanah, luruskanlah jalan bagi Dia yang akan datang padamu. Akulah mamon yang melawan takdir, yang kalian sembah dalam berbagai rupa.

Udara yang kosong dan langit yang kelam. Datanglah padaku para penyembah harta. Ku berikan pada kalian tujuh kali lipat budak Salomo. Ku curahkan pada kalian madu murni yang tak pernah habis. Ku minyaki kalian dengan kesenangan. Pada kaki kalian dan nafsu yang ku tanam pada dada anak-anak kalian.

Pagi buta. Maria Magdalena datang. Adakah kalian mengiringi. Akulah Gabriel dengan kesucian. Kekuatan pada sayap. Akulah yang membawa sangkakala. Akulah, dan segala akulah!

Telah ku beritakan pada kalian, dari segenap penjuru, dari pegunungan Lebanon sampai jazirah Arab. Ke manakah jalan menuju pulang?

Akulah mamon yang kalian sembah. Datanglah padaku, hai yang haus akan harta. Akan kekuasaaan dan segala konspirasi atas kematian. Ke manakah Tuhanmu, hai umat manusia? Adakah kalian melihatnya di Emaus?

Burung-burung malam telah mengabarkan ke penjuru dunia. Penggenapan akan kehidupan yang abadi. Kitab sejarah telah mencatat, berulang kali, kalian telah datang padaku. Hai yang haus akan harta dan kuasa di bumi.

Di luar tembok Yerusalem, aku telah menjumpai Petrus bersama tangisannya. Perempuan-perempuan Yerusalem yang membawa remah-rempah. Kesucian Simon dari Kirene. Akulah yang digantikan Matias. Akulah. Dan ketahuilah, saat ini aku tidak bersama-sama kalian.

 

 

Jogja, April 2012

Agung Poku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s