Lyn

Di malam yang dingin dan tanpa nama

Lyn, selalu datang tepat waktu

Menyayat tuts piano di bawah tangga

“Aku selalu berhasil menembus waktu. Dan pada saat yang sama aku tertelan kegelisahan.”

 

Malam-malam berbaris seperti sore yang sudah-sudah

Lyn, kemudian menyaut bagai hantu rumah tua

Menggertakkan nurani sembari kabur

Lewat kulit sampai ubun-ubun

 

Lyn, akulah kaum dhuafa

yang kelaparan dan tersesat di persimpangan

Akulah kulit ari yang mengelupas

terbuang dan dilupakan angin

 

Lyn menyanyi dua bait

menyayat tangga-tangga hati dalam dada

Dan terperosok ke dalam lambung

Lyn, selalu datang tepat waktu

 

Lyn, adalah ibu dua anak

Yang satu kasih, yang lain berandal

Sedang aku anak ketiga

 

AP

2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s