Mengenang Erenst Reppie

not balok isua_tempo (foto by Ongky Parinsi)

not balok isua_tempo (foto by Ongky Parinsi)

Di Tanah Mori, siapa yang tak kenal dengan Erenst Reppie. Beliau adalah musisi kebanggaan Tanah Mori. Banyak sekali lagu daerah yang diciptakan beliau. Salah satu lagu pamungkasnya berjudul Isua Tempo. Sebuah lagu yang mengandung kerinduan pada tanah Mori, serta sanak saudara dan teman. Tentang cinta kasih dan persaudaraan. Sayang, sampai beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir, saya belum pernah menjabat tangan tokoh yang selalu dikenang di Tanah Mori ini.

Pernah suatu malam, saat melagukan Isua Tempo di pinggir jendela, tiba-tiba saya teringat kepingan CD pemberian kawan saya, Gugun7. Kepingan CD itu berisi film dokumenter, tentang seni tradisi yang diangkat oleh sekelompok kaum muda. Di tengah derasnya arus mainstream, dokumentasi seni tradisi adalah sebuah romantisme. Tentang mengenang dan menggali akar sebuah pohon yang bernama kehidupan. Setelah menonton film dokumenter itu, dalam hati saya bertanya: “Mengapa saya tidak melakukannya?”

Nyalakan seni tradisimu!

Dulu, pada tiap apel pagi di Sekolah Dasar, kami wajib menyanyikan lagu Wita Mori.  Setiap menyanyikan lagu itu di sekolah dasar, ada sebuah rasa penghargaan kepada tanah yang kami pijak. Tanah yang memberikan banyak makanan dan minuman dari mata air kehidupan. Saya teringat Gorky: “The People Must Know Their History.”

Mengenang Erenst Reppie adalah mengenang tamparan ketakberdayaan pemuda, dalam menjaga api sejarah. Dan saya termasuk dalam kategori pemuda itu. Hingga suatu hari, dalam perbincangan dengan seorang kawan, lahirlah ide untuk mendokumentasikan sosok seniman Tanah Mori itu. Hal pertama adalah keterbatasan pengetahuan dan skill. Dan setiap memikirkan tantangan itu, muncul sebuah kalimat yang paling saya sukai: Do it! Lakukan dengan bersenang-senang. SemangArt!

Entah dia akan menjadi paket visual atau kata-kata, suatu hati itu pasti terjadi. Pasti!

Nyalakan seni tradisimu. Saya berterima kasih pada kawan saya, atas satu kata ini: semangArt!

– Agung Poku

One thought on “Mengenang Erenst Reppie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s