Teropong Leeuwenhoek

            Keberanian dan rasa ingin tahu yang tinggi membuat Antony van Leeuwenhoek dikenang sepanjang masa. Dia bukanlah seorang terpelajar lulusan universitet ternama di Belanda. Juga bukan berasal dari keluarga ilmuwan yang punya akses besar. Dia hanya anak pedagang yang punya kegelisahan terhadap penglihatannya. Kegelisahan itulah yang menggenjot keberaniannya untuk bereksperimen, dan berujung pada penemuan bakteri, protista mikroskopis, sel sperma, sel darah, nematode mikroskopis dan rotifer. Generasi sebelum Antony van Leeuwenhoek memang telah menemukan mikroskop pertama-tama. Sebut saja Zacharias Janssen yang juga berdarah Belanda, Robert Hooke dari Inggris dan Jan Swammerdam si Belanda. Tapi bagi Leeuwenhoek, itu tidaklah cukup untuk mengembangkan penelitiannya. Sekali lagi berkat “kegilaannya” yang membuat dia dihinakan oleh orang-orang terpelajar, dengan berani Leeuwenhoek mengembangkan keterampilannya. Dia membangun mikroskop dengan kekuatan lebih besar yaitu 200 kali, sehingga kemampuan meneliti mikroba dan berikut kuman-kuman berhasil disempurnakan.

Microscopic views of duckweed and microorganisms (pictures.royalsociety.org)

Microscopic views of muscle fibres and red blood cells of fish (pictures.royalsociety.org)

Leeuwenhoek’s microscope (pictures.royalsociety.org)

            Dengan mikroskop kembangannya, Leeuwenhoek meneliti berbagai peristiwa di sekitarnya. Dia meneliti air danau, air sumur, dan sejumlah partikel-partikel yang mungkin lepas dari pengamatan orang lain. Dia menjabarkan spermatozoa, membagi sel darah merah dan sel darah putih. Bahkan bagian tubuhnya sendiri menjadi objek penelitian. Dia mengamati plak gigi dan menemukan benda-benda kecil yang bergerak, yang kemudian disebutnya ‘animalcule’.

            Dan yang paling hebat dari semua temuannya itu, Leeuwenhoek mencatat seluruh hasil temuannya, kemudian secara berkala dia menuliskan surat yang ditujukan pada Royal Society of London. Royal Society of London adalah sebuah organisasi yang bertujuan memajukan ilmu pengetahuan, didirikan pada tahun 1660 di London. Leeuwenhoek sadar bahwa penemuan-penemuannya akan berguna bagi peradaban. Surat-suratnya dalam bahasa Belanda, kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Inggris. Berikut beberapa surat Leeuwenhoek yang menjadi titik tolak perkembangan dalam sejarah biologi.

            “Passing just lately over this lake, . .. and examining this water next day, I found floating therein divers earthy particles, and some green streaks, spirally wound serpent-wise, and orderly arranged, after the manner of the copper or tin worms, which distillers use to cool their liquors as they distil over. The whole circumference of each of these streaks was about the thickness of a hair of one’s head. . . all consisted of very small green globules joined together: and there were very many small green globules as well.” (Letter of September 7, 1674,)

            Kemudian pada surat bertanggal 25 Desember 1702, Leeuwenhoek melaporkan banyak temuan tentang struktur hewan-hewan kecil: “In structure these little animals were fashioned like a bell, and at the round opening they made such a stir, that the particles in the water thereabout were set in motion thereby. . . And though I must have seen quite 20 of these little animals on their long tails alongside one another very gently moving, with outstretched bodies and straightened-out tails; yet in an instant, as it were, they pulled their bodies and their tails together, and no sooner had they contracted their bodies and tails, than they began to stick their tails out again very leisurely, and stayed thus some time continuing their gentle motion: which sight I found mightily diverting.”

            Masih banyak surat-surat Leeuwenhoek yang melaporkan perkembangan penelitiannya.  Dia berpendapat bahwa apa yang benar dalam filsafat alam dapat diselidiki dengan metode eksperimen. Dan berkat keberanian Leeuwenhoek, kita dapat mengamati berbagai mikroba di laboratorium pada hari ini.

(micro.magnet.fsu.edu)

Sumber:

http://royalsociety.org/

http://www.ucmp.berkeley.edu/history/leeuwenhoek.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s