Kasih, Aku Lalai

Dalam keadaan mengantuk, malas dan lapar

langit di jendela menjadi terang tanpa perhatian
tak ada yang menunggu
ia sendiri
berjalan menyusuri rerumputan di lembah-lembah sunyi
berkawan angin, ia menjumpai petani-petani di lereng sahabat
hari sudah pagi
dan aku sedikit heran, pagi ini tak turun hujan

langit di jendela menjadi terang tanpa perhatian
dan burung-burung susul menyusul memberi kabar
di timur sudah pagi
dan aku sedikit heran, pagi ini tak turun hujan

aku turun ke jalan kemudian memandang lurus ke utara
ku rapatkan kakiku dan mengangkat tanganku sejajar bahu
ku pincingkan mata hingga melihat sebuah titik
bayanganku sendiri
ku kira aku lalai pada perhatian bahwa kita berkendara waktu

tapi aku lalai pada tugas-tugasku
pada kewajibanku, mencintaimu
atau mengucapkan selamat pagi ketika kau nampak di jendela
aku bukannya bosan pada gaun biru muda yang kau kenakan selalu
tapi aku membenci diriku sendiri yang selalu lalai
lalai mencintamu dengan seluruh kesenangan yang aku dasarkan pada keyakinanku

benar aku heran, pagi ini tak turun hujan

aku luput pada perhatian bahwa awan menari-nari di angkasa
sampai aku tersadar begitu bodohnya
dan sekali lagi jatuh pada kekerdilan jiwa
mental yang lemah untuk seorang pengendara angin

aku lalai, selalu
dan aku paham benar karena aku melakukannya
berkali-kali

aku lalai mencintaimu
sepenuh lautan jiwaku yang berdebar-debar aku lalai
maafkan, kasih, aku baru saja lalai
sekali lagi

biarkan aku mengaku dosa padamu
tentang kekerdilan jiwaku
yang lemah dengan hantaman psikologi yang secara sadar ku ciptakan
maafkan, kasih, aku baru saja lalai
bukannya aku tak peduli padamu
bukan juga karena suatu alasan: kau memberengut di sudut malam
merengek seperti anak anjing yang belum disusui induknya

tapi kelalaianku ini benar-benar aku sadari
aku pahami sepenuh pengertianku akan kehadiranmu
maafkan, kasih, atas kekerasan hatiku
biarkan aku tumbang di atas rerumputan lembah sahabat
kemudian hilang menyatu menjadi hujan yang turun setiap pagi di jendela kamarmu

maafkan, kasih, aku baru saja lalai

aku heran, pagi ini tak turun hujan

-November 2013-
-Agung Poku-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s