Ponteo’a, menggapai puncak Lembo

KPA Wita Mori (foto:pribadi)

KPA Wita Mori (foto:pribadi)

 

Akhirnya hari itu tiba jua. Kepala yang selalu mendongak, dagu yang tertahan, dan terus memandang puncak di sebelah barat. Tebing-tebing putih yang gemerlap disiram mentari. Puncak kemustahilan selama lebih dua puluh tahun. Kini ia tiba pada hari itu juga. Hati yang terbuka, juga mata yang menyapu tanah kelahiran. Tanah nenek moyang yang dipertahankan lewat jalan perang perlawanan terhadap kebusukan kolonial. Tempat lahirnya segala cerita. Tentang orang yang hilang dan menjadi gila. Tentang kerasnya otot para pencari rotan ditengah kepungan nyamuk-nyamuk ganas dan lintah. Tentang hewan-hewan liar yang meninggalkan jejak di sela-sela batu. Pada hari itu juga, kita dapat menyaksikan dataran panjang yang dibentengi gunung-gemunung dan lembah-lembah harapan. Inilah tanah kelahiranku dipandang dari ketinggian Ponteo’a.

Ponteo'a (foto;pribadi)

Ponteo’a (foto;pribadi)

Dalam perhitungan angka, Ponteo’a bukanlah suatu gunung yang terlalu tinggi untuk didaki. Sehingga ia menjadi simbol rakyat Lembo sebagai benteng penaung. Pada tubuhnya hiduplah berlaksa-laksa pohon kehidupan, tempat segala yang hidup menerima dan memberi. Pohon-pohon damar yang besar, tinggi dan sehat. Rotan-rotan yang menggelantung seperti sarang ular raksasa. Sawah-sawah yang terhampar di kakinya. Orang-orang bergerak melingkupinya.

Inilah Ponteo’a, jalur yang sempit berbatu. Perlu kewaspadaan agar tidak terperosok ke dalam goa-goa vertikal. Daun-daun segala pohon menutupi jalan, dimana jutaan nyamuk dan lintah bersarang. Benar-benar cantik, dibalut kabut tipis dari segala apa yang kuceritakan disini.

Pada hari itu juga, kita akan memangkas cerita-cerita tentang hantu yang mendiami Ponteo’a. Baik kita akan pelihara sebagai tanda penerimaan alam. Sebagai suatu pergaulan yang penuh harmoni. Garis-garis putih yang membayang dari segala dataran, menjadi simpul di puncaknya. Ada suatu tempat yang luas, suatu pencapaian tentang kepribadian yang mengasingkan dirinya hanya untuk memasuki dirinya sendiri. Disanalah kita akan berdiri, di puncak Ponteo’a, untuk mengagumi tanah kelahiran kita. Tanah nenek moyang kita.

Sebab kita adalah anak kehidupan yang diberkati.

Ponteo'a (foto:pribadi)

Ponteo’a (foto:pribadi)

 

Gunung Ponteo’a, 9 Mei 2014

Agung Poku

 

3 thoughts on “Ponteo’a, menggapai puncak Lembo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s